Pokerrepublik – Kepala ahli bedah dan direktur di salah satu rumah sakit besar Haiti diculik dalam perjalanan ke tempat kerja, memicu protes dari para staf yang telah menolak untuk mengambil pasien baru sampai sang dokter dibebaskan.

Menurut keterangan seorang staf rumah sakit yang dilansir Reuters, dokter bedah, Dr. Jerry Bitar, diculik segera setelah meninggalkan rumahnya menuju Rumah Sakit Bernard Mevs di Ibu Kota Port-au-Prince pada Jumat (27/3/2020).

Setelah penculikan itu, para staf berkerumun di luar rumah sakit untuk menuntut pembebasan Bitar. Mereka meneriakkan slogan-sogan dan menolak merawat setiap pasien yang baru datang sampai Bitar bebas.

“Staf rumah sakit memutuskan untuk tidak mengambil kasus baru untuk saat ini,” kata administrator, Carla Puzo, sebagaimana dilansir Russia Today, Sabtu (28/3/2020) “Kami akan terus merawat (pasien) yang sudah ada di sini.”

Penculikan Bitar, yang mengelola rumah sakit bersama saudara kembarnya, terjadi di saat angka kejahatan serupa menigkat di Haiti.Para bandit menculik dan menyandera warga untuk menuntut pembayaran uang tebusan.

Presiden Haiti Jovenel Moise memohon pembebasan Bitar dalam pidato nasional pada Jumat. Moise menjuluki dokter itu sebagai “jenderal” dalam perang melawan pandemi virus corona (COVID-19) dan menyerukan polisi dan otoritas peradilan untuk mengerahkan semua kemampuan mereka guna menemukan para penculik.

Meskipun pejabat kesehatan di Haiti telah mengonfirmasi kurang dari 10 kasus penyakit, penyebaran cepat Covid-19 di tempat lain mendorong Moise untuk mengumumkan keadaan darurat nasional di negara itu.

Pada Kamis (26/3/2020) dia mengatakan perbatasan, pelabuhan dan bandara Haiti akan ditutup mulai tengah malam, dengan pengecualian untuk kargo. Pemerintah Haiti pekan lalu juga memerintahkan sekolah, pabrik dan tempat ibadah untuk menutup pintu mereka, serta memberlakukan jam malam dengan harapan mencegah penyebaran virus lebih lanjut.

(dka)