BENGKULU – Kasus pandemi virus Corona atau Covid-19, membuat masker medis mulai langka di kelas. Sehingga, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengeluarkan, seruan tentang penggunaan masker untuk mencegah penularan Covid-19 di provinsi Bengkulu.

Pekik bernomor 360/525/BPBD/2020, tertanggal Jumat 3 April 2020 tersebut berisikan 8 poin. Yakni, selalu menggunakan kedok ketika berada atau berkegiatan di luar rumah tanpa terkecuali, menggunakan jenis masker kain minimal perut lapis yang dapat di cuci.

Berantakan, secara rutin mencuci masker kain yang digunakan, dikerjakan tiap keadaan, tidak membeli dan/atau menggunakan kedok medis, serta menyadari bahwa masker medis diprioritaskan untuk tenaga kesehatan tubuh.

Kemudian, dapat membeli atau membuat sendiri masker kain dua lapis sesuai kebutuhan, tentu mengutamakan berada di rumah, menggembala jarak aman, sering mencuci lengah dengan sabun dan melaksanakan etika batuk dan bersin.

Selanjutnya, bagi yang ingin membantu sesama warga, oleh karena itu bantulah dengan mengadakan, memproduksi & membagikan masker kain, dan bagi pengurus wilayah (Ketua RT, RW, Kader PKK dan lain-lain), tahu warga untuk selalu menggunakan masker di luar rumah.

Adanya peningkatan kasus Covid-19 dalam Bengkulu, kata Rohidin, memerlukan metode bersama dari tiap warga buat mengurangi potensi penularan antar karakter dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Rohidin juga menodong, kepada masyarakat untuk tidak membeli atau menggunakan masker medis. Sebab, kata Rohidin, masker medis hanya diprioritaskan untuk tenaga kesehatan, jadi garda terdepan dalam penanggulangan pandemi covid-19.

”Saya harap masyarakat paham dan bijak dalam menggunakan masker, dan tidak sedang membeli masker medis, ” kata Rohidin, dalam keterangan yang diterima Okezone, Minggu (5/4/2020).

(kha)