Fakultas Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) menciptakan alat bernama Swab Chamber. Alat ini berlaku untuk memisahkan kontak antara penderita dengan tenaga medis, sehingga tidak terjadi tatap muka secara tepat terpisah oleh kaca.

Alat Swab Chamber ini diberikan untuk RSUD Cibabat Kota Cimahi. Selain itu, RSUD Cibabat Cimahi juga akan menerima 4 bagian Swab Chamber hasil buatan ITB.

“Mesin tersebut sangat membantu karena tenaga kesehatan di bagian dalam akan terlindungi, baik dari droplet maupun udara. Tidak ada hubungan langsung antara pasien dengan dokter ” perkataan Dr Adhi Nugraha selaku perwakilan RSUD Cibabat dalam tayangan iNews Siang, Rabu (22/4/2020).

Selain itu, Dr Adhi mengatakan dengan Swab Chamber dokter atau tenaga medis akan bekerja lebih nyaman. Karena menurutnya, biasanya jika memakai alat pelindung diri (APD) lengkap itu panas seperti memakai jas hujan.

“Kemudian pakai face shield (pelindung wajah), goggles (pelidung mata) itu kadang-kadang daya lihat dokter menjadi berkurang. Tapi dengan alat ini semua menjadi terbantu, ” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Set Mahasiswa FT Mesin ITB, Aria Dwipajaya mengatakan bahwa Swab Chamber yang saat ini adalah arketipe atau prototype pertama mereka. Mereka masih akan melakukan diskusi secara tim dokter apakah ada yang harus diperbaiki dari Swab Chamber.

“Harapannya setelah tersebut kami akan melakukan diskusi dengan tim dokter, review desain ana apakah ada improvement. Jika tersedia improvement kami akan perbaiki. Selanjutnya jika memang sudah fix desainnya akan coba kami produksi massal, ” jelasnya.

(hel)