Melakukan operasi plastik memang bukan keputusan dengan mudah untuk dibuat. Pasalnya, risiko apapun bisa terjadi dan harus siap ditanggung oleh si penderita.

Seperti risiko yang harus ditanggung seorang wanita di China satu ini. Wanita yang disebutkan bernama Ma tersebut tak bisa tidur dengan sempurna kelanjutan tindak operasi plastik yang dijalani.

Ma, pada September 2018 berniat untuk mengganti tampilan kedua matanya dengan melangsungkan operasi plastik di bagian kelopak mata (double eyelid surgery) pada rumah sakit operasi plastik, Jimei Plastic Hospital, Zhengzhou, Provinsi Henan, China. Operasi kelopak mata yang dijalani oleh Ma ini, ialah salah satu tindak operasi plastik yang populer dipilih para wanita Asia yang secara alami tak memiliki lipatan kelopak mata.

Sudah membayar sekira 2000 Yuan sebagai biaya operasi plastik kelopak matanya, bukan hasil yang didambakan yang didapat Ma. Sebab sayangnya, prosedur operasi plastik timbil Ma tidak berjalan mulus, sehingga mengakibatkan Ma tidak bisa mengucup sempurna salah satu matanya.

“Mataku malah tidak pernah dalam kondisi baik sejak operasi, aku tidak bisa menutup kedua mataku dengan sempurna. Mataku akan berair saat cuaca sedang berangin, ” ungkap Ma, seperti dikutip Odditycentral, Jumat (8/5/2020).

Tidak bisa memejamkan matanya secara sempurna, alhasil Ma mengaku dirinya harus menggunakan selotip. Pada jalan lokal setempat, Ma mengatakan telah selama satu tahun ia harus menggunakan selotip untuk menutup matanya. Jika tidak dengan bantuan selotip, matanya tidak bisa dipejamkan.

Ma sendiri sudah mendekati rumah sakit Jimei Plastic Hospital dan mengajukan complaint berulang kali. Sebagai respon, pihak rumah rendah dikatakan memberikan dua pilihan di Ma. Pertama Ma akan dikasih tindakan operasi pembetulan, atau alternatif kedua yakni pihak rumah rendah akan memberikan uang sebesar 5000Yuan sebagai kompensasi kepada Ma.

Namun, menerima salah satu pilihan yang ditawarkan rumah sakit tersebut juga disertai syarat, Ma harus menandatangani objek sebagai tanda untuk membebaskan sendi sakit dari semua tanggung tanggungan yang berkaitan dengan kasus Ma di masa mendatang.

“Itu berarti jika saya mempunyai masalah, saya tidak dapat menemui mereka. Itu tidak ada hubungannya dengan mereka lagi, ” tambahan Ma.

Sementara tersebut, pihak rumah sakit yang diwakili oleh manajer bernama marga Feng menyangkal bahwa pihak rumah lara pernah menawarkan proposal pilihan itu kepada Ma. Disebutkan lebih tinggi, Feng juga mengklaim bahwa ia telah meminta analisis hukum terhadap kondisi Ma dan jika diputuskan bahwa masalah mata Ma sebab kesalahan di tindak operasi plastik, maka pihak rumah sakit bakal bertanggung jawab penuh.

Untuk saat ini, Ma tunggal terus menggunakan selotip agar bisa menutup sempurna matanya, tetapi tempat mengatakan bahwa dia akan terus meminta respon dari klinik berdiam plastik yang ia anggap telah merusak operasi plastiknya dan menimbulkan masalah di matanya tersebut

(hel)