PENUTUPAN outlet McD pertama dalam Sarinah membuat banyak orang menentang restoran cepat saji tersebut buat yang terakhir kalinya pada 10 Mei kemarin. Tapi, sayangnya mereka yang datang malah berkerumun & nampak mengabaikan physical distancing.

Padahal, sampai saat itu pemerintah DKI Jakarta masih menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Tinggi (PSBB). Pasalnya, korban virus corona atau COVID-19 masih terus bertambah, bahkan mencapai tingkat tertinggi harian beberapa waktu lalu.

Padahal, physical distancing telah menjadi cara efektif untuk melambatkan penyebaran virus corona (COVID-19) dengan masih berstatus pandemi. Pasalnya, tenggang aman dari droplet adalah 1-2 meter.

Melansir Alternet, secara sederhana, physical distancing meminta seseorang untuk berada dengan senggang yang cukup jauh satu cocok lainnya dalam upaya menghindari penyebaran virus atau patogen dari manusia ke manusia lainnya.

Pusat Pengendalian serta Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan jarak aman physical distancing yang diperlukan saat pertemuan massal adalah enam kaki atau sekira 2 meter. Untuk mempermudah penerapan ini di New York beberapa fasilitas umum yang ramai dikunjungi seperti hidup maupun sekolah diliburkan.

Beberapa transportasi massal seperti gerobak juga sudah banyak ditinggalkan klub terutama pada jam-jam sibuk. Penuh orang yang memutuskan untuk berjalan dari rumah atau naik instrumen pribadi dengan keluarganya ketimbang harus menggunakan transportasi publik.

Selain itu physical distancing juga memiliki arti tidak menyentuh karakter lain termasuk jabat tangan. Rabaan fisik adalah cara yang menyesatkan mungkin bagi seseorang untuk tertular virus corona. Meski demikian, physical distancing tidak dapat mencegah 100 persen penularan, tapi dengan hukum tersebut dapat memperlambat penyebaran virus corona.

Selain physical distancing terdapat beberapa cara lain yang bisa dilakukan seseorang secara mandiri. Cara tersebut adalah self quarantine atau mengarantina diri sendiri. Caranya dengan tetap berdiam serta mengisolasi diri dari orang lain yang kemungkinan terkena virus.