SELAMA posisi lockdown pandemi virus corona COVID-19, perburuan badak bercula satu semakin meningkat di Taman Nasional India. Padahal jenis badak yang kepala ini terkenal langka dan terancam punah.

Berkurangnya jumlah kendaraan di jalan raya dekat Taman Nasional Kaziranga di negara bagian Assam yang menjadi sendi bagi populasi badak bercula kepala terbesar di dunia membuat hewan ini bergerak menuju perbatasan. Walhasil pergerakan tersebut membuat mereka rentan terhadap para pemburu liar.

“Diduga badak itu terbunuh setidaknya dua hingga tiga hari dengan lalu. Selain itu cula badak tersebut juga hilang. Kami pula telah menemukan delapan peluru sejak senapan AK47, ” terang Penasihat Taman Nasional, P. Sivakumar, sebagaimana dilansir AFP, Rabu (13/5/2020).

Sebagaimana diketahui seorang pemburu bisa memperoleh sebanyak USD150 ribu atau sekira Rp2, 2 miliar untuk satu cula badak. Mereka juga bisa menjualnya seharga USD60 ribu atau Rp897 juta per kilogram di pasar gelap. Mereka juga melayani seruan asing untuk digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok.