Sesuai dengan anjuran Kementerian Kesehatan, rangkaian imunisasi pada anak wajib dilengkapi. Maksudnya agar anak memiliki bekal biar memiliki daya tahan tubuh yang prima.

Imunisasi rutin pada anak dilakukan sampai bani di usia lima tahun, secara jadwal imunisasi dasar selama 18 bulan. Setelah itu imunisasi klise (booster) sampai anak berumur lima tahun.

Secara atau tanpa virus corona kendati, berbagai virus seperti virus campak, virus polio, kuman difteri, hingga tetanus disebutkan masih tetap tersedia di udara Indonesia. Ini berarti berbagai penyakit, bukan hanya COVID-19 masih tetap mengintai anak-anak pada Indonesia.

Namun situasi pandemi corona membuat para orangtua dilema. Di satu sisi mau tetap memberikan imunisasi pada anak, tapi di sisi lain para-para orangtua merasa takut dan kacau jika harus ke rumah kecil dengan membawa anak.

Lalu apakah jadwal imunisasi dapat ditunda di tengah pandemi serupa sekarang? Jawabannya adalah tidak, menurut dr. Anjar Setiani, dokter spesialis anak justru imunisasi anak langgeng harus diberikan sesuai jadwal.

“Sesuai anjuran Kemenkes, semua imunisasi harus dilengkapi jadwalnya, jangan ditunda hanya karena kita kecil ke rumah sakit jadinya bahkan enggak imunisasi, ” ujar dr. Anjar dalam diskusi daring jalan, Kamis (21/5/2020).

Lalu, bagaimana tips membawa anak untuk imunisasi di tengah pandemi semacam ini?

“Tipsnya baru pilih fasilitas kesehatan misalnya vila sakit, klinik, atau puskesmas yang terdekat dari rumah, ” imbuhnya.

Selanjutnya, tips ke-2 yang bisa dilakukan orangtua era membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk imunisasi ialah memastikan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas atau klinik yang mau didatangi punya ruang atau waktu servis yang berbeda untuk menangani pasien sakit dan orang sehat.

“Pastikan fasilitas kesehatan yang didatangi itu membedakan pasien sakit dan orang sehat. Misalnya program pagi hingga 12 siang itu melayani khusus orang sakit, dilanjutkan jam 1 hingga sore hanya untuk orang sehat. Ada juga rumah sakit yang lantai mulia untuk pasien sakit, sedangkan dasar dua nya khusus untuk karakter sehat. Jadi antara orang melempem dan orang sehat itu terbelah, tidak bercampur, ” tandasnya.

(hel)