BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan izin darurat penerapan vaksin virus corona Covid-19 di Tanah Air. Izin ini dikeluarkan setelah adanya uji klinis yang dilakukan selama 3 bulan.

Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan, penerbitan EUA ini berdasarkan hasil evaluasi dari data dukung keamanan dari studi klinik fase 3 yang dilakukan di Bandung, Turki dan Brasil dan telah dipantau selama tiga bulan final.

Adapun hasil efikasi atau penurunan persentase peristiwa penyakit pada subjek yang divaksinasi, vaksin Sinovac berdasarkan uji klinik di Bandung menunjukkan efikasi vaksin sebesar 65, 3 persen.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia, Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp. PD-KAI, mengimbau asosiasi supaya tetap tidak lengah buat menerapkan 3M (menggunakan masker, membasuh tangan, dan menjaga jarak) walaupun vaksin virus corona Covid-19 sudah akan diberikan ke masyarakat Indonesia.

“Masyarakat akan memerlukan dua kali suntikan vaksin. Suntikan pertama dalam upaya pembentukan antibodi, dan suntikan kedua dilakukan sesudah tiga bulan kemudian, ” nyata Prof Iris.