KERJA ‘overtime’ tengah diangkat ke publik, sesudah cuitan Pandji Pragiwaksono ramai dibahas di Twiiter. Stand-up Komedian tersebut dinilai kurang etis dalam menerapkan jam kerja untuk karyawannya.

Hal itu bermula saat Pandji bercerita kalau dirinya mutakhir saja mengirimkan pesan ke timnya urusan pekerjaan pukul 00. 44 di hari Sabtu. Pernyataan tersebut kemudian disikapi beragam oleh netizen, tapi kebanyakan komentar tak lemak.

Tapi, Psikolog Meity Arianty menjelaskan bahwa sejak kasus ini kita bisa menelaah bahwa menerima pekerjaan itu tak bisa sembarangan. Sebab, setiap kongsi punya peraturannya sendiri dan itu harus diketahui calon karyawan.

“Tidak bisa dipungkiri, ada beberapa orang mungkin harus mengambil pekerjaan tertentu karena desakan ekonomi, sehingga bisa saja dia hidup tapi tidak sesuai dengan keinginannya, ” terang Mei pada Okezone melalui pesan singkat, Minggu (24/1/2021).

bekerja

Hal penting dengan harus diperhatikan ketika Anda suka bekerja di suatu perusahaan, kata Mei, adalah mengenali apa dengan sebenarnya Anda inginkan dari perusahaan tersebut. Menurutnya, setiap orang yang bekerja kunci utamanya adalah happy.

“Apakah Anda tenteram dan sanggup memenuhi tuntutan kongsi pun harus dipertimbangkan. Lalu, soal gaji juga tak bisa disangkal bahwa itu penting, ” katanya.

“Sehingga, dari introduksi sudah tahu apa yang bakal Anda dapat dari perusahaan tersebut. Tapi, ketika Anda merasa terdesak, itu tentu tidak sehat secara mental, ” tambah dia.

Karena itu, dalam mengambil keputusan di awal untuk menyambut tawaran pekerjaan adalah hal dengan penting, perlu kedewasaan berpikir untuk melakukannya tidak bisa sembarangan.

“Sehingga sangat penting untuk seseorang yang mau bekerja cakap apa yang pantas untuk dirinya dan mengetahui apakah perusahaan tersebut tepat atau tidak dengan keterampilan, ” kata Mei.

(mrt)