Di tengah pandemi dan perayaan lebaran, sebesar lokasi wisata baik pada Jakarta maupun daerah rupanya dipadati lautan manusia dengan berlibur.

Segara manusia terlihat dari kurang foto yang viral dalam media sosial. Hal itu membuat cemas karena mereka tidak mematuhi protokol kesehatan tubuh dengan menjaga jarak.

Misalnya saja situasi Pantai Batukaras di Pangandaran, kerumunan orang di Ancol dan Rajin Mini Indonesia Indah dengan jumlah pengunjung lebih dibanding 10 ribu orang, serta beberapa lokasi wisata lain yang ada di Indonesia.

Ancol dipadati wisatawan

Secara banyaknya orang berkerumun, tersebut berbahaya jika terjadi transmisi Covid-19 antar sesama awak yang berlibur.

Ahli Epidemiologi Griffith University Australia, Dicky Budiman menjelaskan, penyebaran virus corona dalam Indonesia sudah pada level terburuk. Artinya, risiko penyaluran sangat mungkin terjadi.

“Indonesia sudah di level penularan di masyarakat. Itu level terburuk. Nusantara sudah satu tahun ada di level tersebut patuh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Jadi, kalau sudah tersedia aktivitas seperti itu, sungguh, sangat mungkin ada penularan, ” ujar Dicky belum periode ini.

Tetapi, dia menyayangkan bahwa upaya 3T (tracing, tracking, testing) Indonesia masih sangat sedikit. Oleh karena itu, tempat meminta pemerintah daerah menyelenggarakan tindakan antisipasi mencegah klaster lokasi wisata pasca-Kebaran yaitu dengan 8 poin antara lain.

satu. Respons cepat, kuat, & terukur pada setiap tangga pemerintah dan sektor. Jadi, semua bersiap skenario terburuk.

2. Desain komunikasi risiko dibangun & dijaga kualitasnya untuk membikin persepsi risiko yang setara pada semua pihak.

3. Penguatan surveilans, khususnya pada fasilitas kesehatan, komunitas, dan genom kudu diperbanyak.

4. Program deteksi kasus secara aktif di masyarakat (Community Outreach).

5. Penguatan sistem rujukan servis faskes, memastikan ketersediaan alat kesehatan dengan baik, dan sumber daya manusia yang berkualitas.

enam. Akselerasi vaksinasi terhadap ikatan lansia dan komorbid.

7. Literasi kenormalan baru yang mendukung 5M dengan pemberdayaan publik.

8. Penyiapan alternatif PSBB Jawa-Bali dan luar Jawa terpilih.

“Delapan poin ini ialah langkah-langkah yang harus diambil pemerintah untuk antisipasi lonjakan kasus Covid-19. Ini harus dilakukan bersama, tak mampu dikerjakan sendiri oleh negeri pun harus dikerjakan oleh semua daerah, ” ujar Dicky.

Dicky juga meminta, jika manajer wisata tidak menjamin sistematisasi protokol kesehatan dengan disiplin, maka jalan satu-satunya adalah tutup lokasi wisata tersebut.

(DRM)