BEBERAPA hari lalu, pesepakbola Christian Eriksen tumbang di tengah pertandingan. Beruntung nyawanya bisa diselamatkan karena respons cepat para paramedis.

Perihal serupa pun terjadi pada peblutangkis Indonesia Markis Kido. Sayangnya, nyawa Markis Kido tidak bisa terselamatkan. Dia pun harus tutup usia di lapangan Badminton.

Spesialis jantung dr. Darwin Maulana, Sp. JP, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengatakan, semua jenis gerak dapat memicu serangan jantung, terutama high intensity training atau latihan kardio dengan intensitas tinggi.

“Pemilihan olahraga yang benar sesuai dengan kondisi kebugaran dan kesehatan jantung menjelma sangat penting. Untuk seseorang yang hendak melakukan high intensity training, sangat disarankan untuk memeriksakan kondisi kesehatan tubuh jantungnya kepada dokter, ” kata dia.

“Dokter jantung akan memberikan resep olahraga sesuai dengan kemampuan serta kesehatan jantung seseorang masa itu dengan parameter FITT (Frequency, Intensity, Time, Type), ” tambahnya.

Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) tersebut membaca, olahraga yang tepat buat menghindari serangan jantung adalah jenis olahraga aerobik dan hindari olahraga berjenis resistance training (olahraga angkat bagasi atau pembentukan massa otot).

Olahraga tepat, sesuai dengan kondisi kebugaran dan kesehatan jantung, sanggup menghindari serangan jantung. Olahraga yang telah diresepkan sebab dokter berdasarkan FITT (Frequency, Intensity, Time, Type) mau meningkatkan metabolisme lemak serta kolesterol berlebih dalam pembawaan yang pada akhirnya mampu mencegah sumbatan pembuluh pembawaan koroner dan terhindar sejak serangan jantung.

“Setiap orang sebaiknya berolahraga yang sesuai dengan perihal dan kesehatan jantung ataupun berdasarkan resep olahraga dari dokter. Jika seseorang belum mengetahui kondisi kesehatan jantungnya, disarankan untuk melakukan olahraga tipe aerobik dengan semangat ringan-sedang, dengan peningkatan aktivitas jantung 10-20 kali mulai menit dari denyut dalaman awal sebelum olahraga, ” tambahnya.

Serangan jantung pun bisa berlaku saat berolahraga bila kerja jantung terlalu terbebani. Jadi, ketika seseorang melakukan gerak dengan intensitas yang melebihi kemampuan jantung, terlebih belum diketahuinya kondisi kesehatan jantung saat melakukan olahraga, maka hal tersebut dapat memberati kerja jantung, sehingga sanggup menyebabkan gangguan pada dalaman.