JAKARTA kacau Ekspedisi dari tim ilmuwan bahari internasional berhasil temukan 30 marga baru di perairan dalam kepulauan Galapagos, Ekuador. Temuan ini diumumkan melalui unggahan pada laman web Direktorat Taman Nasional Galapagos (GNP) pada Senin (17/8/2020).

Dalam unggahan, pihak GNP membuktikan semua spesies yang ditemukan ialah spesies hewan tidak bertulang pungkur atau invertebrata yang hidup pada laut. Adapun temuan ini mengungkung empat spesies lobster jongkok, satu karang cup raksasa, sepuluh karang bambu, tiga oktokoral, satu bintang laut rapuh, dan sebelas spons.

Tidak cuma itu, melalui investigasi sedalam 3. 400 meter di bawah bahar ini, para ilmuwan juga berhasil menemukan beberapa habitat yang rangup. Habitat ini ditemukan pada kedalaman 290 hingga 3. 373 meter. Salah satu temuan ialah koloni karang air dingin yang diberi predikat “Ekosistem Laut yang Rentan” oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Penemuan ini tercatat karang lunak soliter raksasa prima yang dikenal dengan Pasifik Timur Tropis, genus spons kaca baru yang dapat tumbuh dalam koloni dengan lebar lebih dari kepala meter, dan kipas laut berwarna-warni yang menampung segudang spesies terkait, ” ucap Charles Darwin Foundation (CDF) mengatakan dalam pernyataan terpisah, dikutip News18.

Untuk mendapatkan temuan itu, ilmuwan dari CFD bekerjasama secara Direktorat Taman Nasional Galapagos & Ocean Exploration Trust mengirimkan besar buah kendaraan bawah air bernama Argus dan Hercules. Keduanya merupakan yang paling modern dan merupakan kendaran Remote Operated Vehicle (ROV) atau dapat dikendalikan dari jangka jauh melalui kapal E / V Nautilus.

Menyuarakan juga: Masya Allah, Tanda-Tanda Kiamat Dijelaskan dalam Alquran dan Ilmu

Selama sepuluh keadaan pada 2015 silam, Argus & Hercules melakukan eksplorasi menjelajah tiga gunung bawah laut yang terletak di sekitar pulau Darwin dan Wolf. Ini merupakan yang prima kali dilakukan pada wilayah dengan kini dikenal sebagai rumah untuk populasi hiu terbesar di negeri. Tentunya kini wilayah itu pula akan terkenal sebagai rumah dibanding sebagian besar ekosistem laut.

“Penemuan ini menegaskan bahwa Galapagos adalah laboratorium hidup dengan proses biologi dan ekologi dengan sedang berlangsung dan masih harus dieksplorasi, yang menjadikannya situs sungguh biasa yang pantas mendapatkan seluruh upaya kami untuk melestarikannya, ” ucap Paulo Proaño, Menteri Dunia dan Air, dikutip dalam unggahan website GNP.

Secara ini, pihak ilmuwan kini sudah membuktikan betapa pentingnya eksplorasi laut. Sementara itu, untuk saat itu hasil dari investigasi yang dilakukan lima tahun lalu itu telah dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports.

(ahl)

Loading…