Sistem pencernaan anak menjadi salah kepala organ tubuh yang paling rentan terserang penyakit. Penyakit yang kerap dialami oleh sang buah sebal adalah diare.

Walaupun terlihat biasa, namun gejala diare bisa disebabkan oleh rotavirus. Bila sudah begini, para orangtua harus lebih peduli terhadap kebersihan & menerapkan sanitasi yang lebih bagus.

Vaccine Medical Director GlaxoSmithKline Indonesia, dr. Deliana Permatasari, mengatakan pemberian ASI eksklusif, membasuh tangan, akses air bersih, sanitasi, dan kebersihan dapat membantu menyekat penyakit rotavirus.

“Tapi usaha itu tidak cukup. Virus ini mampu bertahan hingga dua bulan dalam luar tubuh manusia dan menjalar dari orang ke orang ataupun melalui permukaan yang terkontaminasi, termasuk mainan, ” terang dr. Deliana, dalam siaran pers GlaxoSmithKline, Rabu 16 September 2020.

Baca Juga: Gaya Marion Jola Pakai Baju ‘Anak TK’, Netizen Gusar!

Lebih lanjut disinfeksi kimia mungkin bisa menghambat penyebaran rotavirus. Namun, orangtua harus memperhatikan jenis atau kandungan awahama yang digunakan, dan permukaan barang apa saja yang bisa diberi awahama.

“Penggunaan disinfektan selalu harus mempertimbangkan keamanannya bagi kesehatan manusia dan lingkungan, kompatibilitas dengan permukaan yang akan didisinfeksi, kesenangan penyimpanan dan aplikasi, serta mengencangkan kemampuannya membunuh kuman atau virus, ” tuntasnya.

(hel)