Tulisan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menjadi sorotan publik di jagat maya. Surat tersebut menerangkan pemenuhan hak menyusui kepada Vanessa Angel yang dinilai masih lemah diterapkan.

Ya, Vanessa Angel jadi narapidana Rutan Pondok Buluh karena kasus penyalahgunaan obat penenang. Istri dari Bibi Ardiansyah itu mesti menikam di penjara semasa 3 bulan, meninggalkan bayi Besar Sky Ardiansyah yang masih memerlukan ASI ekslusif.

Karena dianggap sedang memiliki hak menyusui dan budak Gala mendapatkan ASI ekslusif dari Vanessa Angel, AIMI berharap adanya pemenuhan hak tersebut di lembaga pemberdayaan masyarakat. Berikut ini 8 poin penting isi dari surat AIMI untuk Menkumham tersebut:

satu. Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi, khususnya bayi berusia 0-6 bulan, yang fungsinya tidak dapat tergantikan oleh makanan dan minuman apapun.

2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Perkara 128 ayat 1 menyatakan kalau ‘Setiap bayi berhak mendapatkan air susu ibu ekslusif sejak dilahirkan selama 6 bulan, kecuali arah indikasi medis’. Pemerintah ‘harus menjunjung ibu bayi secara penuh secara penyediaan waktu dan fasilitas khusus’ (ayat 2).

3. Permasalahannya, hak-hak tersebut tidak bisa diperoleh ibu dan anak secara optimal jika sang ibu sedang menjalani pidana penjara seperti dengan belakangan ini menjadi pemberitaan, Vanessa Angel (VA), yang tengah menjalani pidana terkait kasus penggunaan narkoba dan harus berhenti menyusui bayinya yang baru berusia 4 (empat) bulan.

Baca Serupa: AIMI Surati Menkumham Bela Hak Vanessa Angel Menyusui Baby Gala

4. Kami menyadari bahwa negeri telah berusaha, dalam batas tertentu, memenuhi kebutuhan tersebut bagi pokok menyusui yang menjadi terpidana. Pencetus 20 Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 20 terkait hak-hak Warga Binaan, misalnya, menyebutkan kalau; narapidana dan anak didik pemasyarakatan yang sakit, hamil atau menyusui, berhak mendapatkan makanan tambahan cocok dengan petunjuk dokter; anak daripada narapidana wanita yang dibawa ke dalam Lapas ataupun yang hadir di Lapas dapat diberi makanan tambahan atas petunjuk dokter, menyesatkan lama sampai anak berumur 2 tahun.

5. Namun demikian, proses menyusui saat melakukan pidana tetap memiliki kelemahan, bukan saja karena keterbatasan negara di dalam memfasilitasi kebutuhan ibu dan bayi, namun Lembaga Pemastarakatan bukanlah wadah yang ideal bagi kebutuhan ibu dan bayi tersebut.