ADA beberapa kelompok orang dengan harus menunggu lebih lama untuk menerima vaksin covid-19, termasuk mereka yang memiliki riwayat alergi dengan reaksi parah. Menurut para mahir kesehatan, ada sejumlah alasan yang melatarbelakangi hal tersebut.

Melansir The Strait Times , Minggu (20/12/2020), alergi serius biasanya terjadi pada seseorang sebagai respons terhadap ransangan terbatas seperti sengatan lebah atau obat. Menurut Associte Proffesor Lim Poh Lian, gejalanya mencakup pembengkakan pada sekitar mulut, mata, atau wajah, hingga mengalami penurunan tekanan pembawaan.

Mengaji juga: Hasilkan HIV Positif Palsu, Vaksin Covid-19 Australia Ditinggalkan Penyelidik

Kelompok lain yang dinilai belum siap menerima vaksin covid-19 ialah ibu hamil, anak-anak, dan itu yang mengalami gangguan sistem imun. Diperlukan uji klinis lebih lanjut untuk memastikan vaksin benar-benar aman disuntikkan ke tubuhnya.

“Setiap orang berhak dan kudu mendapatkan vaksin. Tapi yang mau kami lakukan saat ini merupakan memastikan bahwa orang-orang di sekitar mereka divaksinasi dengan baik dan tidak menimbulkan efek samping, ” kata Prof Lim saat berbahasa dalam sebuah webinar yang digelar The Straits Times .

Sejauh ini vaksin covid-19 hanya akan diberikan kepada kelompok memutar berisiko seperti petugas kesehatan, praktisi di garis depan, kelompok piawai renta, serta mereka yang menderita penyakit penyerta seperti jantung. Gerombolan ini dinilai harus mendapatkan preferensi pertama karena uji klinis telah mengeavluasi keamanan dan keampuhan vaksin pada kelompok tersebut.

Baca juga: 2 Ukuran Vaksin Covid-19 Oxford Diklaim Ciptakan Respons Kekebalan Terbaik

Berikut ini Okezone rangkumkan daftar orang yang sebaiknya tidak disuntik vaksin covid-19:

satu. Orang dengan reaksi alergi benar-benar

Otoritas Ilmu Kesehatan Singapura telah menyarankan mereka dengan memiliki riwayat anafilaksis, atau hasil alergi serius yang timbul dengan cepat, sebaiknya tidak menerima vaksin sebagai tindakan pencegahan.

Anjuran ini diambil setelah para ahli kesehatan melakukan uji klinis untuk melihat reaksi vaksin di orang dengan alergi. Hasilnya, reaksi alergi serius atau parah itu tidak hanya terjadi pada suntikan virus corona saja.

“Semua obat berpotensi menyebabkan alergi atau bahkan anafilaksis yang merupakan bentuk lebih serius dengan hipersensitivitas, dan bisa terjadi dalam zaman singkat, ” kata Profesor Lim.

“Bahkan, seseorang tanpa riwayat alergi sekalipun bisa menunjukkan reaksi serupa, dan kami langgeng harus menerapkan langkah-langkah kemanan masa hal itu terjadi, ” imbuhnya.