Menahan Covid-19 jenis baru, pemerintah disarankan untuk mengambil tindakan segera yaitu menutup akses dari dan ke Inggris. Upaya ini dilakukan berjalan meminimalisir imported case yang mampu saja terjadi.

Makin, menurut Ahli Epidemiologi Fakultas Kesehatan tubuh Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), dr Syahrizal Syarif, MPH, PhD, mencegah kedatangan penerbangan dari Inggris adalah cara satu-satunya yang bisa dilakukan sekarang ini.

“Tidak ada cara lain, untuk menurunkan risiko imported case, maka penerbangan dari Inggris harus dicegah, ” kata dr Syahrizal pada Okezone melalui pesan singkat, Sabtu (26/12/2020).

Covid-19 jenis baru bernama VUI-202012/01 ini diketahui sangat menular dibandingkan strain Covid-19 yang lainnya. Meski begitu, sambung dr Syahrizal, sampai sekarang peneliti mengungkapkan bahwa penyakit itu belum terbukti lebih ganas ataupun mematikan.

“Covid-19 macam baru itu memang lebih menular, tapi belum ada bukti bahwa dia lebih ganas atau membekukan, ” terang dr Syahrizal.

Covid-19 yang pertama kala ditemukan pada akhir Desember mempunyai karakter yaitu ‘Ro basic reproduction rate’ atau kemampuan menularnya 4, sedangkan strain yang baru itu 6, 8.

“Artinya, jika satu orang sakit Covid-19 dia bisa menular ke 4 orang yang rentan. Sedangkan, dalam situasi strain baru, virusnya bisa menular ke 6 hingga 7 orang yang rentan, ” papar dr Syahrizal.

(DRM)