AWAL tahun 2021 yang baru berlaku dua bulan, dibuka di Indonesia dengan rentetan bencana alam. Mulai dari banjir bandang, tanah longsor hingga gempa, terjadi di kaum daerah di Indonesia.

Musibah ini terjadi saat pandemi Covid-19 masih berlangsung. Tantangan berat yang bertambah ini, membuat pemerintah harus ekstra kerja keras mengambil semua rakyat yang menjadi objek bencana alam bisa selamat, sekaligus tak terpapar Covid-19.

Demi mencegah tambahan angka peristiwa positif Covid-19 dari kluster pengungsi, disebutkan Letnan Jendral TNI Doni Monardo, Ketua Satgas Covid-19/Kepala BNPB, skema pencegahan transmisi masal dalam kamp pengungsian sudah disiapkan.

“Puluhan ribu rakyat kudu dilayani secara maksimal supaya tanpa sampai terpapar Covid. Di bagian lain, tidak cukup ruang serta tempat untuk menampung pengungsi. Jadi strateginya adalah pemisahan antara masyarakat yang dibagi dua kelompok, ” kata Doni Monardo, dalam konvensi pers virtual, ‘Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro’, Sabtu (20/2/2021).

Doni menyebutkan, pembagian para pengungsi dalam dua kelompok tersebut ialah memisahkan antara orang-orang yang rentan melempem dengan orang-orang yang masih muda dan sehat.

“Pemisahan kaum rentan, yakni orang lansia, ibu hamil, ibu menyusui, balita dan yang punya penyakit penyerta atau komorbid. Dipisahkan dengan yang kelompok usia muda dan bugar, ” lanjutnya.

Doni mengklaim, sampai saat ini muslihat pemisahan ini dilihat cukup besar. “Sejauh ini, upaya ini lulus efektif untuk bisa mengurangi cepat penularan, walaupun kita lihat di Sulawesi Barat terjadi peningkatan peristiwa Covid-19, ” pungkas Doni Monardo.

(mrt)