PROGRAM vaksinasi covid-19 sudah dijalankan banyak negara pada dunia. Tapi hal ini tidak langsung bisa meniadakan pandemi covid-19. Dengan cakap lain, pandemi covid-19 masih jauh dari selesai. Demikian diungkapkan Organisasi Kesehatan Negeri (WHO).

Bukti pahit inilah yang baru saja disampaikan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Senin 12 April kemarin. Kebingungan dalam mengikhtiarkan covid-19, disebutkan Tedros, sebagai tanda bahwa pandemi masih jauh dari selesai, meski memang dapat dikendalikan di dalam beberapa bulan dengan langkah-langkah protokol kesehatan.

Membaca juga: WHO: Berdasarkan Petunjuk Terbaru, Manfaat Vaksin AstraZeneca Lebih Besar dari Risikonya

Diketahui sejauh ini sudah sekira 780 juta vaksin covid-19 telah diberikan secara global. Tetapi protokol kesehatan dasar seperti memakai masker dan menjaga jarak fisik kudu tetap dijalankan.

“Kami juga ingin melihat kehidupan masyarakat dan perekonomian kembali dibuka, begitu selalu soal traveling dan perniagaan. Tapi saat ini ICU di banyak negara pusat membeludak dan banyak orang terinfeksi. Pandemi covid-19 masih jauh dari selesai, ” kata Tedros, seperti dikutip dari laman Reuters , Selasa (14/4/2021).

Ilustrasi pandemi covid-19. (Foto: Okezone)

Meski kenyataannya pandemi covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari 1 tarikh ini masih jauh dari selesai, Tedros yakin ada banyak alasan untuk tentu optimis di tengah situasi ketidakpastian seperti sekarang.

“Tapi kami memiliki banyak alasan untuk optimis. Penurunan kasus dan mair selama 2 bulan perdana tahun ini menunjukkan bahwa virus ini dan variannya bisa dihentikan, ” tambahnya.

Baca juga: WHO dan 23 Negara Usulkan Perjanjian Global Mengatasi Pandemi Covid-19

Di sisi lain, Besar Tim Penanganan Covid-19 WHO Maria van Kerkhove juga mengatakan bahwa saat itu justru dunia sedang beruang di titik kritis. Merujuk pada penularan yang didorong oleh kebingungan, kepuasan muncul, dan ketidakkonsistenan dalam peristiwa kesehatan masyarakat. Sehingga, membina ada peningkatan 9 upah kasus positif dan peningkatan 5 persen dalam maut.

“Kita berkecukupan di titik kritis dalam pandemi sekarang, lintasan pandemi ini meningkat selama 7 minggu berturut-turut. Jika Anda melihat kurva epi (epidemi) dan lintasan pandemi sekarang, itu tumbuh secara eksponensial, ” pungkasnya.

(han)